Jakarta (KABARIN) - Musisi Marcell Siahaan melepas single religi keduanya bertajuk "Menuju Cahaya" yang menggambarkan perjalanan batin manusia melepas ego dan belajar menjadi sederhana.
Lagu ini menggambarkan momen ketika manusia berhenti merasa menjadi pusat segala sesuatu dan mulai melangkah ke arah yang lebih besar dari dirinya sendiri.
"Pemurnian diri adalah proses yang layak dirayakan oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun," kata Marcell dalam keterangan persnya, Kamis.
Ia pun membagikan konsep Tazkiyatun Nafs menjadi inspirasi utama dari karya terbarunya ini.
Konsep yang menggambarkan pemurnian jiwa itu selaras dengan pesan Al-Quran dalam Surat Asy-Syams (91) ayat 9-10 dan Surat Al- A‘la (87) ayat 14, yang sama-sama menegaskan bahwa keberuntungan sejati bukan datang dari pengakuan luar, melainkan dari keberanian membersihkan batin.
Pengertian “Cahaya” dalam lagu ini tidak dimaknai sebagai simbol kesuksesan personal atau pencerahan instan tapi justru menjelaskan tujuan, sebagai sesuatu yang didekati, bukan dimiliki.
Pemaknaannya terinspirasi dari gambaran Cahaya Ilahi dalam Surat An-Nur ayat 35, sehingga liriknya tidak menonjolkan ego, melainkan menekankan proses melakukan suatu perjalanan.
Dari sisi musikal, pelantun "Takkan Terganti" itu mengambil pendekatan minimalis serta repetitif.
Pengulangan lirik sengaja dilakukan seolah lagu ini adalah doa yang diucapkan perlahan dan berulang, menggambarkan pemurnian diri bukan hal instan dan melewati proses yang terus menerus.
Nuansa elektronik sengaja dimasukkan oleh Marcell untuk memberikan sentuhan baru pada karyanya namun dijanjikan tak menghilangkan ciri khasnya dalam bermusik.
"Saya sengaja melahirkan lagu ini dengan aransemen yang sedikit berbeda, tentunya tanpa kehilangan ruh-nya, harapannya agar lagu ini bisa menjaring lebih banyak pendengar dari berbagai segmen yang lebih luas dan beragam, dan siapapun mereka bisa memaknai musik dan lirik dari lagu ini tanpa harus menunggu momen- momen tertentu," katanya.
Single religi "Menuju Cahaya" dari Marcell Siahaan telah dirilis dan kini dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform di Indonesia.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026